Kondisi Perekonomian Usaha Kesehatan di Tengah Pandemi
Beranda > Artikel > Kondisi Perekonomian Usaha Kesehatan di Tengah Pandemi
bg-artikle

Pada bulan Maret 2020, World Health Organization (WHO) mengumumkan bahwa dunia sedang menghadapi suatu pandemi yang disebut dengan Corona Virus Infectious Disease 2019 atau COVID-19. Pandemi COVID-19 berawal dari wabah pneumonia yang terjadi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada awal bulan Desember 2019. Kondisi tersebut menajadi satu periode yang berat untuk negara-negara di Dunia termasuk Indonesia, hampir semua sektor kehidupan terpengaruh adanya COVID-19, mulai dari sektor industri, pendidikan, kesehatan dan tentu saja ekonomi. Sedangkan untuk dampak COVID-19 terhadap ekonomi diperkirakan akan besar dan dapat meyebabkan perekonomian suatu negara terpuruk. Dalam sebuah jurnal INOVASI (2020) yang berjudul Dampak pandemi COVID-19 Terhadap Perkembangan Makro Ekonomi di Indonesia dan Respon Kebijakan yang Ditempuh , memperkirakan bahwa pandemi yang terjadi dapat mengakibatkan jutaan orang mengalami keterpurukan ekonomi akibat terhentinya beberapa kegiatan produksi karena kurangnya permintaan, sulitnya distribusi hasil produksi yang bisa menstimulasi kegiatan produksi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi membawa banyak dampak kerugian terhadap Indonesia. Mengutip situs DPR, Menteri Kuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 20 Mei 2021 menjelaskan bawah perekonomian Indonesia mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 1.356 triliun akibat pandemi COVID-19.

Di kala krisis finansial akibat pandemi yang memukul Indonesia, usaha kesehatan dituding menjadikan pandemi sebagai ladang keuntungan. Dilansir dari Tirto.id yang melaporkan bahwa terdapat beberapa cuitan di media sosial Twitter yang mengatakan bahwa ada seseorang yang tidak terjangkit COVID-19 tetapi ditangai dengan protokol COVID-19 agar usaha kesehatan tersebut mendapatkan insentif dari pemerintah dengan jumlah yang bervariasi.

Menanggapi kabar miring tersebut, Humas Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, (Persi) Anjari Umarjianto mengatakan bahwa cuitan-cuitan serupa merupakan bualan belaka dan tidak masuk akal. Pasalnya, proses untuk pencairan klaim biaya perawatan pasien COVID-19 harus melalui verifikasi berjenjang dengan proses panjang dan ketat. Dan dalam menjalakan tugasnya Kementerian Kesehatan memiliki semacam panitia antifraud (anti-penipuan) sehingga hal-hal tersebut dapat dicegah.

Berita miring yang tersebar tersebut justru berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi di salah satu usaha kesehatan yang tetap menangani pasien di kala pandemi, yaitu Klinik As-Sakinah yang terletak di Area Tegalan, Tamansari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Menurut salah satu admin Klinik, Fifi Yantika M Amd.Keb, mengatakan bahwa selama pandemi COVID-19 Klinik As-Sakinah mengalami penurunan pendapatan. Jika dibandingkan dengan pendapatan sebelum adanya pandemi, klinik mengalami penurunan hingga 65%. Menurutnya terdapat beberapa faktor yang menjadikan Klinik As-Sakinah mengalami penurnan pendapatan, salah satunya yaitu selama pandemi klinik tersebut hanya menerima pasien non COVID-19, dan jika terdapat pasien yang datang dengan gejala COVID-19 maka akan langsung dirujuk ke Rumah sakit rujukan COVID-19 yang berada di Kabupaten Banyuwangi. Selain itu tersebarnya berita miring mengenai usaha kesehatan juga berpengaruh terhadap pendapatan klinik. Sejak awal pandemi hingga kini, masih banyak stigma negatif di masyarakat. Salah satunya yaitu tunduhan terhadap Rumah Sakit atau Klinik yang meng-Covid-kan pasien demi mendapat dana lebih, Padahal sebelum kita mendiagnosis pasien tersebut positif COVID-19, pasti ada hasil swab antigen atau akan dilakukan pemeriksaan lainnya. ujar Fifi. Selain kedua faktor tersebut, jika dikaitkan dengan kondisi perekonomian. Masih banyak masyarakat yang lebih memprioritaskan kebutuhan lain, mengingat selama pandemi perekonomian juga mengalami penurunan. Sehingga masyarakat dengan golongan ekonomi kebawah, akan lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dibanding dengan pergi ke layanan kesehatan.

Melihat kondisi tersebut, pihak Klinik As-Sakinah lantas tidak berdiam diri saja. Menurut Fifi, saat ini upaya yang dapat kita laukan salah satunya adalah tetap meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada pasien, pemasaran dan tetap mempertahakan dan memperketat protokol kesehatan terutama di area sekitar Klinik. Selain hal tersebut, dalam menangani adanya stigma negatif di masyarakat perlu upaya bersama. Edukasi kepada masyarakat penting dilakukan, edukasi yang dapat diberikan mulai hal-hal dasar seperti mencari sumber informasi yang akurat dan jelas, menjelaskan mengenai apa itu COVID-19 hingga tindakan apa saja yang akan dilakukan jika terkonfirmasi positif COVID-19. Dan hal yang perlu diperhatikan bahwa dalam pemberian informasi kepada masyarakat, harus menggunakan bahasa awam agar informasi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan jelas.





Penulis,

Desi Fauziyah

Kelompok 29

Relawan TTDKBC Unej Batch 2

DPL : Eriska Eklezia Dwi Saputri, S.T.,M.T.

Terbit tanggal 25 Desember 2021
Covid
Bagikan ke lainnya

Artikel Lainnya
  • Judul Artikel
    Pembaruan Sistem Pelayanan pada UPT Perpustakaan UNEJ di Era Pandemi Covid-19

    2 Juli 2021

    Baca Artikel
  • Judul Artikel
    Kondisi Perekonomian Usaha Kesehatan di Tengah Pandemi

    25 Desember 2021

    Baca Artikel
  • Judul Artikel
    Fakta dan Mitos Seputar Kesehatan Selama Pandemi Antibiotik dan Pengobatan Rumahan Bisa Membunuh Virus Corona ?

    20 Januari 2022

    Baca Artikel
  • Judul Artikel
    Relawan Tim TDKB Covid-19 Lakukan Visitasi Rutin di RSGM Universitas Jember

    8 Juni 2021

    Baca Artikel
  • Judul Artikel
    Visitasi Gedung CDAST oleh Relawan Tim TDKB COVID-19 dalam Upaya Pemutusan Rantai Virus COVID-19

    8 Juni 2021

    Baca Artikel
  • Judul Artikel
    Relawan Tim TDKB COVID-19 Lakukan Visitasi di Gedung Biro Akademik Kemahasiswaan dan Alumni

    8 Juni 2021

    Baca Artikel
  • Judul Artikel
    Relawan Tim TDKB COVID-19 Batch 1 Tahun 2021 Lakukan Visitasi Rutin di Fakultas Hukum Universitas Jember

    15 Juni 2021

    Baca Artikel
  • Judul Artikel
    Cek Kelengkapan Protokol Kesehatan Agrotechno Park Universitas Jember, Relawan Tim TDKB COVID-19 UNEJ Lakukan Visitasi Rutin

    29 Juni 2021

    Baca Artikel