Fakta dan Mitos Seputar Kesehatan Selama Pandemi Antibiotik dan Pengobatan Rumahan Bisa Membunuh Virus Corona ?
Beranda > Artikel > Fakta dan Mitos Seputar Kesehatan Selama Pandemi Antibiotik dan Pengobatan Rumahan Bisa Membunuh Virus Corona ?
bg-artikle

Antibiotik merupakan suatu obat atau substansi yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme tertentu yaitu bakteri. Jadi sebenarnya untuk virus, penggunaan antibiotik kurang tepat. Pengobatan pada pasien Covid-19 juga sangat tergantung pada kondisi klinis. Tidak semua bisa dirawat di rumah menggunakan antibiotik, apalagi tanpa resep dari dokter.

Dalam ilmu kedokteran, penyakit karena virus termasuk self-limiting disease, yaitu penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya dengan daya tahan tubuh baik, termasuk pada Covid-19 tanpa komplikasi dan komorbid tertentu. Untuk membunuh virus Corona, bahan obat-obatan yang digunakan harus memiliki kemampuan merusak kapsul dan material genetik di dalamnya. Ketika virulensinya (tingkat keganasan dari virus untuk membuat sebuah penyakit) tinggi dan sistem daya tahan tubuhnya menurun maka untuk self-limiting disease perlu pengobatan tambahan dari luar atau farmakoterapi. Akan tetapi, ketika daya tahan tubuh baik lalu virulensi tidak begitu tinggi, maka tidak perlu pengobatan luar karena jenis-jenis virus masing-masing memiliki virulensi berbeda.

Dalam ilmu kedokteran jika ditanya apakah antibiotik mampu untuk membunuh virus covid maka jawabannya adalah tidak tepat. Karena antibiotik adalah antimikroba untuk melawan bakteri, akan tetapi jika yang dilawan adalah virus maka yang dibutuhkan adalah antivirus. Berbeda dengan pengobatan rumah yang memiliki sifat antivirus maka dapat memperlemah virus. Namun jika pengobatan rumah seperti jamu-jamuan yang berasal dari tumbuhan yang memiliki sifat anti inflamasi dan anti-stress oksidatif, dimana prinsipnya menambah sistem imun atau mengurang reaksi yang ditimbulkan oleh virus maka masih dapat diterima. Jadi, prinsip utamanya mengobati adalah antivirusnya yang dibutuhkan. Misalkan ada jamu-jamuan untuk menghilangkan virus Covid-19 dan menjadi viral di kalangan masyarakat walaupun belum diuji secara ilmiah. Karena adanya kandungan anti inflamasi atau anti-stress oksidatif akan menguntungkan walaupun tidak membunuh virus secara langsung namun dapat mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkan.

Senyawa sekunder yang memiliki sifat antivirus boleh-boleh saja digunakan. Pada awal pandemi terdapat penelitian dimana sifat antivirus ada yang tinggi, ataupun rendah bahkan tidak ada sama sekali. Saat ada virus masuk, virus akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga muncul infeksi sekunder seperti pneumonia. Ketika dilakukan terapi secara rasional dan terbukti ada bakterinya maka dapat diobati dengan antibiotik. Akan tetapi untuk membuktikan pneumonia ada bakteri atau tidak, waktu yang dibutuhkan lebih lama untuk diuji sedangkan kasus covid-19 berhubungan dengan nyawa yang harus segera diselamatkan sehingga dianggap sebuah infeksi sekunder maka berikanlah terapi untuk covid dengan gejala pneumonia diberikan antibiotik. Walaupun sebenarnya pemberian antibiotik secara ilmiah harus terbukti terdapat mikrobanya. Ketika murni dari virusnya maka diberikan antivirus, jika diberikan antimikroba tidak akan melemahkan virus dan bisa terjadi resisten di dalam tubuh.

Penulis : Dafa Akbar Ilyasa 191610101162

Narasumber 1 : dr. Mohammad Ihwan Narwanto, M.Sc (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jember) *Via Zoom

Narasumber 2 : dr. Dini Agustina, M. Biomed (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jember) *Via WhatsApp

Dosen Pembimbing Lapangan : drg. Dyah Indartin Setyowati, M.Kes

Tim TDKBC Universitas Jember Kelompok 8

Terbit tanggal 20 Januari 2022
Covid
Bagikan ke lainnya

Artikel Lainnya
  • Judul Artikel
    Pembaruan Sistem Pelayanan pada UPT Perpustakaan UNEJ di Era Pandemi Covid-19

    2 Juli 2021

    Baca Artikel
  • Judul Artikel
    Kondisi Perekonomian Usaha Kesehatan di Tengah Pandemi

    25 Desember 2021

    Baca Artikel
  • Judul Artikel
    Fakta dan Mitos Seputar Kesehatan Selama Pandemi Antibiotik dan Pengobatan Rumahan Bisa Membunuh Virus Corona ?

    20 Januari 2022

    Baca Artikel
  • Judul Artikel
    Relawan Tim TDKB Covid-19 Lakukan Visitasi Rutin di RSGM Universitas Jember

    8 Juni 2021

    Baca Artikel
  • Judul Artikel
    Visitasi Gedung CDAST oleh Relawan Tim TDKB COVID-19 dalam Upaya Pemutusan Rantai Virus COVID-19

    8 Juni 2021

    Baca Artikel
  • Judul Artikel
    Relawan Tim TDKB COVID-19 Lakukan Visitasi di Gedung Biro Akademik Kemahasiswaan dan Alumni

    8 Juni 2021

    Baca Artikel
  • Judul Artikel
    Relawan Tim TDKB COVID-19 Batch 1 Tahun 2021 Lakukan Visitasi Rutin di Fakultas Hukum Universitas Jember

    15 Juni 2021

    Baca Artikel
  • Judul Artikel
    Cek Kelengkapan Protokol Kesehatan Agrotechno Park Universitas Jember, Relawan Tim TDKB COVID-19 UNEJ Lakukan Visitasi Rutin

    29 Juni 2021

    Baca Artikel